Unspoken Mind

other time those unspoken words could have made all the difference

Rumah

Stasiun Kereta Palmerah, 14 Juni 2014, 14.52

Jika hati telah menemukan ‘rumah’nya, maka ia akan selalu pulang.

Terngiang lagu Home- Michael Buble di telingaku sambil menapaki jembatan menuju peron sebelah. Entah kenapa, hasrat untuk menulis ini muncul lagi setelah sekian lama mendekap dalam diam di pikiran. Mungkin sekarang hasrat itu sudah berani menampakkan dirinya untuk di”eksekusi”. Ya, ternyata pengaruh bertemu dengan orang-orang hebat di Kompas tadi berdampak banyak. Bertukar pikiran tentang blog. Berbincang tentang dunia jurnalistik, fotografi, traveling, dan kehidupan.
Bertemu dengan empat sosok hebat di Kompas; Mas Eko, Mas Dikdik, Kak Mugi, dan Kak Vinka.

Banyak hal yang dipelajari di Strategic Management Office kali ini; hobi-hobi kami, passion, minat, bakat, semua hal menarik tentang kami yang benar-benar “menolak diam”. Menyenangkan rasanya bergabung bersama mereka disini. Menyadari kembali “rumah” sesungguhnya bagiku.

Ya, menulis itu adalah rumah. Di rumah, kau bisa jadi sosok yang benar-benar jujur, apa adanya, bahkan seenaknya. Di rumah, kau akan terus merasa nyaman. Meskipun, tak dapat dipungkiri, kau kadang mencapai titik jenuh. Kau harus keluar, berpergian, mencari kesenangan, lalu… Kau akan selalu kembali ke rumah, kan? Menulis adalah rumah, bagiku. Mungkin, bagi mu juga?

Mengulik masa lalu tentang menulis, membuatku teringat akan sosok orang yang membuatku menapaki dunia per-blog-an. Namanya Diyan Lestari.Ya, harus pake “y”. Itu yang membedakannya, katanya. Karena pengaruh umur dan asas kesopanan yang sangat dianut di Indonesia, aku menyebutnya “Mba Diy”

Aku lupa jelas kapan mengenalnya, mungkin 3 tahun yang lalu? Entah lah. Yang pasti Mba Diy adalah pribadi yang ceria, gabisa diam, dan selalu siap memamerkan deretan giginya kepada siapapun.

Singkat cerita, aku mengetahui blognya. Ku baca hingga tak ada lagi yang tersisa. Entah lah, kadang ada beberapa post yang membuatku heran. Kisah hidup Mba Diy memang selalu unpredictable. Selalu banyak up and down. Ditambah lagi, setiap rangkaian kata yang ada di blognya tersusun dengan baik. Semuanya terkemas indah dengan diksi yang tepat.

Tulisannya lah yang mampu membuatku menggandrungi blog. Aku kembali menulis; menulis bagaikan orang yang kecanduan narkoba.

Sosok Mba Diyan kembali muncul di dalam wujud lain yaitu Mas Eko dan Mas Dikdik. Sosok-sosok itu kembali membuatku merindukan rumah. Rindu ini terlalu menggebu-gebu; tak bisa dibendung lagi hingga akhirnya meluap dalam rangkaian kata-kata.

Aku pulang!

2 Comments

  1. Cieee anak kompas muda huehehehehe anyway aku juga lg ngerasain hal yg sama kayak kamu :) adek2 cirrus yg lain jgn lupa diajakin juga yaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

© 2018 Unspoken Mind

Theme by Anders NorenUp ↑